Senin, Februari 11, 2008

Ada Kuskus di Kampung Pending Bogor

Hari itu, 8 Pebruari 2008, beberapa menit selepas maghrib kami, Winar & Wawan, akhirnya sampai di Kantor Kampung Pending: Kampung Tenggek-Desa Cimande Hilir-Bogor. Lima gadis manis yang sedang asyik bercanda pun segera beranjak menyambut kami; Nina dari Kampung Pending beserta tiga mahasiswa magang dari KSH IPB Bogor & satu mahasiswa Biologi Universitas Assyafiah Jakarta. "Lama amat, kami sudah lapar nih..!', itu komentar sambutan dari Nina, rupanya mereka menunggu kami untuk makan malam. Hehe..maaf ya..

Selamat Datang di Kampung Pending#Pemandangan Indah di depan Fasilitas Kampung Pending Bojong Menteng








Kampung Pending atau Kampung Pendidikan Lingkungan (KP) adalah salah satu unit usaha & fasilitas dari RMI (LSM Rimbawan Muda Indonesia). KP bergerak di bidang pendidikan lingkungan. Fasilitas KP yang terletak di Kampung Bojong Menteng Desa yang sama merupakan suatu area asri dengan beberapa bangunan ala pedesaan untuk pertemuan, rapat, atau workshop lengkap beserta pesanggrahan dan bungalow untuk menginap. Alam Kampung Bojong Menteng sangat asri & indah. Udara di sini lumayan dingin plus hujan yang menyapu seperti terjadwal di setiap waktu kesehariannya. Kami diundang ke sini untuk membuktikan perjumpaan Kukang jawa yang dilaporkan penduduk.

Vina, Ibeth, Dora, Nina KSH
Tiga mahasiswa KSH IPB; Nina KSH, Rizki 'Dora', Betricia 'Ibeth', bermaksud magang di KP sekedar untuk menambah pengalaman & aplikasi pengetahuan yang mereka dapat di perkuliahan. Sedangkan Vina 'V atau vi atau ve' sedang tertarik untuk melakukan penelitian Kukang jawa. Mereka semua, Nina juga, adalah gadis-gadis yang tidak bisa diam, selalu saling meledek & bercanda. Mereka hanya diam saat tidur & beberapa menit saat makan, & oh ya juga saat pengamatan Kukang jawa (KJ) tentu saja.

Survey Malam H1, 8 Pebruari 2008
Hari semakin petang selepas isya, kami berangkat menuju fasilitas KP di Kampung Bojong Menteng. Sesampai di sana kami berbagi cerita & materi survey KJ yang kami lakukan di Program Konservasi TJSL (The Javan Slow Loris Conservation Program). Penduduk yang juga penjaga malam fasilitas KP, berkumpul mengikuti obrolan kami. Dari beliau-beliau ini kami mendapat cerita beberapa perjumpaan hingga 3-4 bulan terakhir, termasuk ada juga cerita bahwa salah satu Kukang ada yang ditembak dengan senapan, ada juga yang ditangkap untuk dijual. Kukang merupakan satwa yang asing bagi kebanyakan penduduk Bojong Menteng, demikian yang dapat kami simpulkan dari cerita beliau. Saat ditunjukkan gambar Kukang jawa, mereka menyebutnya sebagai Kuskus atau Aeud. Itulah mengapa saat ada perjumpaan dengan satwa ini, penduduk cenderung merasa takut bahkan ada yang mengiranya sebagai jelmaan karuhun (leluhur, bahasa Sunda). Kemudian kami semua bersiap berangkat survey malam. Salah satu penjaga malam fasilitas KP, Pak Ujang, menyertai kami untuk menunjukkan jalan. Salah satu tamu KP yang akan mengikuti workshop esok hari juga ikut (Mas.., siapa namanya ya..Saking serunya kami saling berbagi cerita kami lupa menanyakannya). Tiap-tiap orang sudah melengkapi dirinya dengan senter & jaket. Udara malam itu dingin, mungkin karena tadi sempat hujan beberapa saat tadi.
Presentasi Kukang jawa oleh Winar & Wawan#Diskusi#Survey Malam












Tidak beberapa lama kami berjalan, kami menemukannya. V yang pertama melihat cahaya kecil berwarna oranye itu. Kami pun memastikannya, & benar sang Kukang jawa, sepertinya remaja (=juvenile I), tampak di salah satu cabang Pohon Duku. Kami tak mampu menahan rasa gembira, & terus mengamatinya selama beberapa saat. Belum puas kami memandangi & memotret, sang Kukang jawa kemudian menghilang di rimbunnya dedaunan. Kami pun meneruskan perjalanan survey. Malam itu kami melewati talun & juga padang semak hasil bukaan lahan. Survey malam ini kami sudah cukup puas dengan perjumpaan tadi, kami pun
kembali ke fasilitas KP.

Hasil jepretan kamera Sony Cybershoot DSC T-20 milik Ibeth#Hasil jepretan kamera Nikon D40x oleh Wawan (TJSL CP)










Talun habitat Kukang jawa di Bojong Menteng
Talun atau kebon tatangkalan adalah kebun dengan pepohonan milik penduduk, biasanya tidak memerlukan perawatan/tidak diurus, & struktur vegetasinya mirip hutan sekunder. Dibanding talun di lokasi penelitian TJSL CP di Tasikmalaya & CIamis, vegetasi pohon di talun sini lebih tinggi. Pohon Durian & Duku tampak menyebar merata dengan tinggi minimal 15 atau sekitar 20 m. Selebihnya sama dengan struktur vegetasi di lokasi TJSL CP.
Survey Malam H2, 9 Pebruari 2008
Seharian tadi, KP disibukkan oleh kunjungan ANTV yang mendokumentasikan program Rute Pendidikan Lingkungan atau REPLING yang menjadi salah satu program KP. Nina & para gadis 'seru' itu benar-benar asyik bermain dengan anak-anak dalam program REPLING tersebut. Saat rehat, kami bergabung dengan mereka mengobrol dengan para kru ANTV. Tak henti-hentinya kami bercanda. Pak Sulaeman, salah satu kamerawan, memang orang yang asyik (+ jail). Kami, terutama dari TJSL CP, jadi merasa menjadi orang yang serius di tengah-tengah candaan dia. Ya, ada-ada aja memang.

Beberapa saat setelah rehat tersebut, kegiatan REPLING mereka lanjutkan di sekitar daerah Sungai Cisadane, kami berdua mensurvey lokasi perjumpaan Kukang jawa semalam, termasuk mensurvey area sekitarnya. Kami berdua kemudian mengobrol dengan Mba Nani, salah satu petinggi KP. Mba Nani ingin keberadaan KJ dapat selaras dengan program pendidikan lingkungan yang diselenggarakan oleh KP. Kami mendiskusikan banyak hal & kemungkinan-kemungkinan keberlanjutan survey KJ kali ini.

Malamnya survey kami dipandu oleh Kang Ipul yang juga pernah melihat Kukang di daerah sekitar sini. Malam ini juga terasa dingin (hujan susul menyusul siang tadi, tapi memang di kampung ini selalu dingin). Sayang malam ini kami tidak berjumpa dengan Kukang jawa. Kami pun kembali ke fasilitas KP. Tiga gadis KSH mendiskusikan rencana wawancara & sosialisasi masyarakat (sosmas) yang akan mereka lakukan sesuai kegiatan magang dengan Wawan, sedangkan V mendiskusikan rencana penelitiannya dengan Winar.

Malam benar-benar melangut, kami benar-benar merasa capai & kemudian mengakhiri diskusi ini untuk tidur.

Esoknya...
Pagi 10 Pebruari 2008 kembali gerimis di Kampung Bojong Menteng. Dengan berat hati kami tinggalkan KP. Padahal kami belum puas menjelajah alam Bojong Menteng. Padahal kami belum puas mencari Kukang jawa di sana. Padahal kami belum sempat ikut keliling bersama Tiga gadis KSH untuk melakukan wawancara & sosmas mereka. Padahal... dll dst dsb, kami pun pulang kembali ke alam Tasikmalaya, melanjutkan program TJSL CP kami. Penat tiada terasa, bahagia terus mengenang, & harapan pun berkembang. Semoga Kukang jawa di Bojong Menteng dapat terus lestari, seiring dengan upaya pendidikan lingkungan yang digalakkan oleh KP. Semoga.. (amin).

#foto oleh Ibeth & Wawan#

Catatan
TJSL CP dengan senang hati menyambut ajakan teman-teman untuk berbagi pengalaman, cerita, serta materi seputar Kukang jawa & pelestariannya. Teman-teman bisa mengontak kami di 0265 9144674 atau ocescreation@gmail.com
Ditunggu ya..

Catatan tambahan untuk Nina KP, Nina KSH, Dora KSH, Ibeth KSH, & V..
...kalian pasti memiliki cerita & kesan yang lebih seru tentang survey kemaren kan... share us dong...(ah ya, kalau browsing sempetin comment ya.. diem-diem mulu deh.. hehe.. tq b4)