Senin, Desember 31, 2007

Kabar Akhir Tahun

(mohon maaf atas ketidaknyamanan resolusi gambar,
kami masih harus banyak belajar desain gambar & blog..)

Sudah lama kami tidak update kabar di blog kukang jawa ini. Wajah blog ini juga jadi baru kan... Kami masih sedang belajar untuk urusan desain & penampilan blog. Semoga tampilan sederhana ini tidak mengurangi maksud & isi dari kabar-kabar & informasi program pelestarian Kukang Jawa Priangan. Dan bukan kami minta permakluman sebagai manusia biasa, tapi memang jadwal-agenda serta tuntutan hidup benar-benar mengharuskan saya (& hampir semua teman-teman Ecoadcom, pelaksana program ini) harus bergulat dengan waktu. Selama jeda dua bulan terakhir kami disibukkan dengan urusan desain & proses percetakan material penyadartahuan, & tentunya persiapan survey lokasi 1.


Sesuai dengan agenda program Kukang Jawa, pelaksanaan survey lokasi pertama telah ditetapkan pada bulan Nopember, sementara hingga awal Nopember kemarin kami sama sekali masih sedang sibuk dengan kegiatan masing-masing. Ada yang kerja, kuliah, urusan keluarga (-nya), dan lain-lain. Alhamdulillah dengan berjibaku menyempat-nyempatkan diri, kami pun selesaikan beberapa material penyadartahuan Kukang Jawa:

Stiker
Poster
Film Kukang Jawa (versi I)
Mini Magz

Kami sangat berterima kasih pada para desainer (Wawan, Agung, Winar), dan tentunya partner kami: No Limit Printing (Kang Wawan & Kang Jodi) serta Garis Merah Printing (Super Ikin). Para partner pencetak ini sangat-sangat kooperatif dengan jadwal & kesibukan, serta budget kami yang pas-pasan. Berkat diskusi & masukan mereka jugalah hasil cetak yang optimal dapat terwujud. Terima kasih juga untuk Asep Gatto yang bersedia berangkat menyusul ke lapangan (lokasi survey) dengan membawa hasil cetak. Selain itu kami juga merasa sangat tertolong oleh beberapa sahabat yang dapat dengan tiba-tiba & tulus hati menjadi 'Bank' bagi kelancaran proses percetakan material penyadartahuan ini. Thanks, all are priceless, really!

Berbekal semua 'amunisi' tadi pun kami menjadi lebih efektif dalam menyampaikan informasi & penyadartahuan pelestarian Kukang Jawa. Di dua SD kami berkunjung & memutar film. Antusiasme dari teman-teman kecil beserta pihak sekolah ini benar-benar membuat rasa cape & penat kami terbayar. Sampai ketemu lagi ya...

Tema selanjutnya: Persiapan Survey 2 & ...

Survey 1: 2 individu per km!!

Survey keberadaan & sebaran Kukang Jawa (KJ) & habitatnya telah kami selesaikan awal Desember ini. Alhamdulillah dengan dua tambahan anggota baru, yang dua-duanya belum pernah melihat KJ di alam, sungguh sangat membantu. Fadli & Asep Gatto. Mereka langsung didaulat memegang tanggung jawad dalam tim, & bagusnya mereka bisa langsung 'tune in'. Fadli bertanggung jawab mendokumentasikan koordinat, alias jadi Tukang GPS (Global Positioning System, alat untuk mengetahui & menentukan koordinat posisi kita via bantuan satelit). Asep Gatto bertanggung jawab mendokumentasikan & menganalisa vegetasi habitat KJ.

Lokasi satu ini adalah Desa Sukamaju, Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya. Di lokasi ini kami melakukan survey dengan dua metoda Recce Walk (RW) & Line Transect (LT). Metoda pertama merupakan metoda yang masih menjadi diskusi para ahli ekologi & statistik, mengenai validitas datanya. Masing-masing metoda memiliki keunggulan & kelemahan sesuai fungsi & tujuannya. Metoda RW tidak dapat menghasilkan data kepadatan populasi, tetapi hanya menghasilkan indeks linear kilo meter terakhir. Hasilnya adalah jumlah individu/km. Sedangkan metode LT dapat menghasilkan suatu angka estimasi densitas/kepadatan, yaitu jumlah individu/km kuadrat.

Baiknya metode RW adalah kita tidak perlu menelusuri garis yang lurus, tidak perlu menghitung jarak tegak lurus dari transek-obyek, & memang dimaksudkan untuk dapat mengambil data dengan cepat. Metode RW diterapkan jika kita akan mengambil data dalam keterbatasan waktu (short survey), karenanya jalur RW justru memilih jalur yang paling mudah untuk ditelusuri, tidak harus lurus seperti LT, bahkan juga bisa dengan menelusuri jalan yang biasa dilalui manusia. Pola ini sangat dihindari dalam survey ekologi karena dapat menghasilkan bias. Sebagaimana kita pahami, sebaran satwa liar cenderung menghindari manusia, begitu pula dengan vegetasi. Sebaran & struktur vegetasi akan berbeda berdasar ketinggian & akibat pengaruh akses manusia. Pengambilan data LT harus benar-benar representatif & random sampling (nah lho!)

Diskusi lebih lanjut... kontak kami dong..! Dengan senang hati kami bersedia mendiskusikan hal ini. Sekarang yang ingin kami kabari adalah kami berhasil bertemu dengan sekian individu KJ hingga menghasilkan data akhir sebaran 2 individu per kilo meter. Pada setiap perjumpaan kami berhasil menemui satu, dua, tiga, hingga empat individu KJ sekaligus. Berbagai fenomena baru tentang sleeping site, sleeping posisition, hingga fenomena ludah beracun pada KJ berhasil kami temui saat survey ini. Seru! Sebagian besar data memang masih menjadi diskusi & analisis kami, sehingga belum bisa diposting ke sini.

Selain itu berbagai pengalaman & pembelajaran juga dengan sukses kami raih. Kami yang pada awalnya sangat tergantung pada keputusan Winar selaku pengontrol agenda kegiatan, menjadi akhirnya berlomba-lomba memberi kontribusi & inisiatif bagi pelaksanaan program. Semua berperan, semua bisa & 'ngaruh' ! Sungguh senangnya bekerja bersama-sama... ;-)
Beberapa sahabat Ecoadcom yang masih belum mendapat kesempatan ataupun meluangkan waktu turun ke lapangan, dengan sangat antusias kami teriakkan: Ayo! Trust us, it is really an extra ordinary experience ever!

Mari bersama-sama bergerak mendukung upaya pelestarian alam & isinya, melalui program pelestarian Kukang Jawa Priangan (The Javan Slow Loris Conservation Program).

Chek out our new blog in English

Kabar akhir tahun kami juga memberanikan diri membuka new blog versi bahasa Inggris. Sekali lagi dengan kemampuan desain blog kami yang masih baru belajar, kami harap tidak mengurangi kepuasan teman-teman saat mengaksesnya.
Kunjungi ya...!