Sabtu, Oktober 20, 2007

Program Pendataan Sebaran Habitat Kukang Jawa (Tasikmalaya-Ciamis)

Penelitian ini adalah kegiatan penelitian (non profit tentunya) yang bertujuan mendata keberadaan kukang jawa (Nycticebus javanicus) dan penyebarannya di Tasikmalaya-Ciamis. Pendataan sebaran habitat kukang jawa ini direkomendasikan oleh BKSDA Jawa Barat dan LIPI, dengan dukungan dana dari Rufford Small Grants Foundation. Pelaksanaan kegiatan dilakukan di daerah Tasikmalaya & Ciamis selama bulan Juli 2007 hingga Agustus 2008 dengan penanggung jawab, saya; Winar, Indah Winarti, mahasiswa Sekolah Pasca Sarjana Primatologi IPB dengan bimbingan Ibu Wirdateti, M. Si (LIPI), Prof. Hadi S. Alikodra (IPB dan WWF), dan Helga Schulze (Department for Neuroanatomy of Ruhr-University dan Loris Conservation Database).

Kukang Jawa
Kukang jawa terdaftar sebagai satwa dilindungi Pemerintah Indonesia berdasarkan UU Perlindungan No. 66/Kpts/Um/2/1973, SK Menhut 10 Juni 1991 No. 01/Kpts-II/1991, UU No. 5 Th. 1990, dan PP No. 7 th. 1999. Secara internasional, status konservasi kukang jawa ini masuk ke dalam kategori Data Deficient-En A1b (IUCN, 1994), alias kekurangan data populasi dan kondisinya di habitat aslinya di alam dan telah meningkat status Apendiksnya dari Apendiks I menjadi Apendiks II (CITES, 2007).

Dari deretan peraturan dan kategori tersebut kita tentu sudah dapat mengetahui mengapa kukang jawa dilindungi: kukang jawa terancam punah. Kenapa? Karena kurang data-banyak perburuan dan dipiara masyarakat-tempat hidup rusak dan menyempit, penegakan hukum terhadap perlindungannya lemah, dan .... (sebut saja).

Bagi masyarakat pada umumnya, kepedulian terhadap keberadaan satwa ini di alam tidaklah besar. Hal ini dimunkinkan karena banyak hal. Kukang dianggap tidak seeksotis satwa liar lain, seperti orangutan, harimau, atau badak misalnya. Kukang juga sering dikenal masyarakat sebagai satwa lain, seperti panda/koala Irian atau Kuskus. Ketidaktahuan tentang kukang dan kondisinya di alam, membuat perlindungan kukang menjadi lemah. Dan akhirnya diperparah oleh tindakan orang-orang yang mungkin sudah tahu atau benar-benar tidak mau tahu, untuk mendapat keuntungan dari satwa ini sebagai peliharaan.

Mengapa dilakukan pendataan sebaran kukang jawa?
Pertama, informasi kondisi kukang jawa tidak pernah ada, baik sebaran habitatnya maupun populasinya. Penelitian, perhatian konservasi, dan pelaksanaan perlindungan hukum satwa ini sangat-sangat minim sekali.
Kedua, kondisi ini dapat membahayakan status konservasi kukang jawa dari ‘terancam punah’ (status sebelum Kurang Data) menjadi benar-benar ‘punah’, atau dari Apendiks II-Apendiks II. Ketiga, apakah kita akan diam saja seperti kita telah kehilangan badak jawa dan (mungkin) harimau jawa?

Apa yang dapat kita lakukan?
Ayo bergerak bersama, lindungi kukang jawa dari ketiadaan data kepunahan. Program pendataan sebaran kukang jawa merupakan salah satu langkah awal dari sekian langkah-langkah yang dapat kita lakukan.

1) Jika kamu peduli pada kelestarian satwa liar & alam Indonesia, ayo gabung dalam program ini
2) jika kamu senang jalan-jalan ke alam & juga wisata budaya
3) jika kamu senang berhubungan dengan banyak orang
ayo ikut program ini dengan menjadi fasilitator (jalan-jalan, survey kukang jawa, menelitinya, berbagi informasi penyadartahuan, merintis upaya konservasi berbasis masyarakat lokal)


The last, Ingat!
- Jangan pernah memelihara Kukang
- Jangan pernah membelinya (dengan alasan apapun)
- Hubungi kami jika mengetahui informasi keberadaan Kukang jawa
ocescreation@gmail.com, 0265-9144674 (silahkan via SMS), atau langsung maen ke basecamp kami: Jl. Perum Margasari No.77 RT 1 RW 9 Rajapolah Tasikmalaya 46155


ayo!